Senin, 21 September 2020

Kalian;manusia-manusia bahagia.

 Halo manusia-manusia bahagia !

Apa kabar? Ku harap baik-baik saja.

Hei, siapa bilang, siapa bilang hidupku sedang baik-baik saja? siapa pula yang bilang hidupku bergelimangan kebahagiaan? Bukan hal wajar untuk semacam itu ku beritakan kepada siapapun. Cukup aku dan Tuhanku saja yang tahu. 

Bagaimana? sudah bisa ambil pandangan? sudah bisa ambil dari sisi yang berbeda? Eh, bukan. Bukan aku ingin bercerita, bukan juga aku ingin berkeluh kesah. It's not really me, you won't find myself there. 

Begini, manusia-manusia bahagia yang sedang membaca ini. Membanding-bandingkan bukanlah tugas pokok dan fungsi manusia, berlomba-lomba menjadi iri hati dan bersifat dengki bukanlah tujuan hidup manusia. Terlahir tak berdaya, tak berkemampuan, dan tak punya apa-apa bukan salah mu. Jelas, bukan salah mu! Tapi, kembali ke tanah dalam keadaan yang sama jelas salah mu! Sangat jelas ! Hidup ini untuk diusahakan, untuk digapai. Bukan untuk "mengambil" lagi-lagi "mencuri". 

Bagaimana? sudah bisa ambil pandangan? sudah bisa ambil dari sisi yang berbeda? Eh, bukan. Bukan aku ingin bercerita, bukan juga aku ingin berkeluh kesah. It's not really me, you won't find myself there. 

Begini, manusia-manusia yang pantas bahagia. Jangan pernah membandingkan dirimu dan manusia lainnya, sudah ku bilang bukan tugas mu itu. Jangan pernah ber-iri hati pada mereka-mereka yang senantiasa menjadi "badut" dan tertawa sana-sini. Sama! siapa bilang hidup mereka sedang baik-baik saja? siapa pula yang bilang hidup mereka bergelimangan kebahagiaan? Bukan hal wajar untuk semacam itu mereka beritakan  kepada siapapun. Cukup mereka dan Tuhan mereka saja yang tahu. 

Setiap manusia terlahir dengan kemampuan dan kemauan yang berbeda. Ada yang mampu, tetapi tak mau. Ada pula yang mau, tapi tak mampu. Fokus pada apa yang kau mampu dan apa yang kau mau, membandingkan diri dan ber-iri hati pada kehidupan manusia lain hanya membuang waktu saja. Hidup mu jauh lebih layak untuk kau perjuangkan, untuk kau gapai, dan kau raih !

Mengerti manusia-manusia yang akan bahagia? Mengerti ya! Catat! Tuhan mencintai hambanya yang senang memperjuangkan hidupnya! namun tak lupa pada matinya! 

Love,

Dimqs.p

Jumat, 22 Mei 2020

Perkara Terakhir

semuanya pada ucap terakhir
padahal belum semua mampu mengukir
apakah selanjutnya kita bisa tertakdir
sementara yang sekarang masih kikir

semuanya pada ucap terakhir
sebab semua belum sempat berkarir
masih banyak yang hanya berpikir
belum ingin tetap berzikir

semuanya pada ucap terakhir
apadaya ibadah sudah hampir apkir
berharap sama pada yang saling berjungkir
semoga selanjutnya masih bisa tertakdir

Tanjungbalai, 23 Mei 2020
-Dimqs.p

Selasa, 28 April 2020

SEKADAR UCAPAN DAN KEGEMBIRAAN

Selamat Hari Puisi Nasional

Teruntuk saya dan teman-teman penyair,
Tetaplah mengutas di atas kertas
Menyulap huruf-huruf tunggal menjadi kata-kata tak terpenggal
Kata-kata itu ajaib dapat lebih dari sekadar bermakna bahkan dapat menjadi doa
Tak kan ada yang mampu membuatnya lekang seperti terkekang
Siapapun tak akan bisa menjadikannya asing ibarat ranting kering

Teruntuk syair-syair,
Negeri ini hampa tanpa dirimu ada
Ungkapan cinta tak bisa ternganga
Untaian sedih tak dapat merintih
Rasa bahagia tiada terasa

Selamat Hari Puisi Nasional
Mari menguntai kata-kata yang tak berpasal

Senin, 27 April 2020

MENGEMIS ATAS GERIMIS

Titis air menghentak rasa
Menghantam puing-puing asa
Menghujam untaian kata
Serta kian membunuh jiwa

Bayang lalu kunjung tersua
Menjelmakan ratap-ratap asmara
Bersimpuh memalarkan jalinan tak berkala
Walakin, jurai-jurai ucap tak lagi bermakna

Deru tirta melenyapkan waktu
Mengguyur jiwa yang pilu
Mewujudkan berjibunnya kasih nan padu

Bayang lalu masih tersua 
Mencitrakan kalbu kian pasrah
Tiada akan ku ulang
Tiada pernahkan ku kenang
Lebih-lebih kembali pulang
Indahnya gerimis kian bersaksi atas pilunya mengemis