![]() |
| Ilustrai Pengiriman Zaman Sekarang (Sumber: Shutterstock) |
Dari dulu hingga sekarang manusia semakin berlomba-lomba untuk menemukan sesuatu yang baru yang tidak pernah ada sebelumnya salah satunya teknologi. Seiring berjalannya waktu teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan teknologi yang semakin pesat tak lain dan tak bukan semata-mata dikembangkan untuk mempermudah pekerjaan manusia, meskipun di tengah-tengahnya hadir berbagai pro dan kontra mengenai tenaga manusia yang akan tergantikan dengan tenaga robot.
Dapat kita saksikan
bersama-sama mulai dari alat komunikasi hingga transportasi mengalami kemajuan
yang sangat pesat. Telepon genggam yang dulunya hanya bisa digunakan untuk
sekadar bertukar pesan kini sudah dapat digunakan lebih dari itu dan mengalami
banyak perubahan mulai dari fitu hingga bentuknya. Televisi yang pada awalnya
memiliki bentuk yang rumit dan kompleks dengan fitur yang sangat sederhana kini
juga sudah berubah menjadi bentuk yang sederhana dengan fitur yang lebih
canggih. Tak berhenti sampai disitu transportasi pun ikut mengalami perubahan
dan perkembangan misalnya kereta api dan pesawat.
Pesawat yang sejatinya selalu
membutuhkan pilot untuk terbang pun sudah mulai dikembangkan menjadi pesawat
yang dapat terbang tanpa bantuan seorang pilot atau awak. Pesawat tanpa awak
tersebut sering disebut dengan istilah drone.
Drone merupakan pesawat UAV (Unmanned Aerial
Vehicle) yang dapat dioperasikan dari jarak jauh dengan menggunakan sebuah remote control, tetapi melalui
perkembangannya kini drone dapat
dikendalikan hanya dengan bantuan smartphone
saja.
Berdasarkan sejarahnya seperti
yang dimuat di terra-drone.co.id, menurut informasi dari Centre for Telecommunications and Information Engineering (CTIE) Monash University bahwasanya drone pertama kali digunakan dan
dikembangkan pada 22 Agustus 1984 yang merupakan hasil karya seorang insinyur
Israel yakni Abraham Karem. Pada November 1898, Nicolas Tesla membuat hak paten
terhadap pengendali jarak jauh atau remote
control hasil karyanya kemudian Tesla menciptakan kapal dan balok yang
dapat dikendalikan menggunakan remote
control sehingga banyak digunakan untuk keperluan militer pada saat itu. Dengan
jarak kurang lebih seratus tahun tepatnya pada 2010 lalu barulah dikenalkannya AR Drone (drone yang dapat dioperasikan melalui smartphone) oleh Parrot di acara Consumer Electronics Show di Las Vegas.
Di Indonesia, drone mulai dikenal sejak tahun 2000an
yang kemudian dibentuklah tim asosiasi dengan beranggotakan PT Dirgantara
Indonesia, Lembaga Elektronik Nasional, BPPT, dan LAPAN yang mengemban tugas
untuk mengembangkan pesawat tanpa awak ini. Perkembangan pesawat tanpa awak
tersebut mulai terlihat setelah digunakannya model quadcopter untuk berbagai keperluan seperti pembuatan film,
dokumentasi, fotografi, sampai sekadar hobi belaka.
Sebagai pesawat tanpa awak yang
dikendalikan dari jarak jauh tentu drone juga
memiliki beragam manfaat yang cukup untuk membantu manusia dalam melakukan
pekerjaan sehari-hari. Bukan hanya untuk mengabadikan momen dan kenangan
seperti pada umumnya, tetapi drone
juga bisa dimanfaatkan sebagai pengangkut barang seperti mengantar makanan dan
juga paket.
Pada tahun 2010 lebih tepatnya
saat AR Drone pertama kali diperkenalkan
oleh Parrot, muncul sebuah drone yang
juga dapat digunakan untuk mengantar makanan yang pada saat itu Parrot bekerja
sama dengan bos Amazon yaitu Jeff Bezos. Di New Zealand, perusahaan makanan
pizza dan swalayan seperti 7 Eleven
juga sudah menggunakan drone untuk
mengirim makanan dan pesanan lainnya. Seiring berjalannya waktu penggunaan
pesawat tanpa awak tersebut tidak hanya digunakan untuk mengantar makanan
lambat laun juga dapat digunakan untuk mengantar barang-barang kebutuhan
lainnya.
Memanfaatkan drone sebagai pengangkut barang belum
terlalu populer di Indonesia tidak seperti yang terjadi di luar negeri delivery drone adalah hal yang sudah
biasa. Pengangkutan barang yang dilakukan oleh pesawat tanpa awak tersebut
sudah biasa digunakan khususnya perusahaan-perusahaan.
![]() |
| Pihak-pihak Terkait yang Berkolaborasi (Sumber: Kompasiana.com) |
Hadirnya teknologi drone sebagai pengangkut dan pengantar
barang pengiriman dinilai cukup efektif dan efisien dalam mengatasi
masalah-masalah yang ada selama ini. Pesawat tanpa awak tersebut jika
dibandingkan dengan pengiriman barang secara tradisional jauh lebih cepat dan
menghemat biaya. Di samping itu juga terbukti mampu memudahkan proses
penyortiran barang dan dapat menjangkau daerah pelosok serta juga mampu
mengurasi polusi udara karena tidak menggunakan bahan bakar fosil.
Namun dalam penggunaannya di
lapangan tentu tidak semulus dan semudah itu ada beragam hal yang harus
diperhatikan agar drone dapat bekerja
dengan aman dan dapat mengirimkan barang dengan tepat waktu serta sampai ke
tujuan yang benar. Seperti yang sudah diterapkan oleh Singapura, pemerintah
juga ikut andil dan terlibat dalam pengoperasiannya sehingga akan ada semacam
prosedur dan tata cara yang diberlakukan. Dalam penggunaannya yang juga harus
diperhatikan yaitu kapasitas maksimum dari payload
drone sendiri jangan sampai berat barang yang diangkut melebihi dari
kapasitas maksimum atau bahkan berat dari drone
itu sendiri sehingga nantinya tidak akan terjadi kecelakaan seperti drone yang jatuh kemudian rusak atau drone yang dapat menimpa pemukiman dan
juga orang.
Teknologi drone tanpa awak semakin hari semakin mengalami perkembangan
berbagai manfaat sudah muncul atas itu dapat digunakan untuk mengirim barang
misalnya. Beberapa negara juga sudah mulai untuk mengembangkan penggunaan drone ini seperti Singapura yang sudah
membangun infrastruktur jalan raya untuk pesawat tanpa awak tersebut. Semoga kedepannya
perkembangan drone
DAFTAR REFERENSI
Kompasiana. (2018). “Skyways”, Inovasi Kurir
Paket Tanpa Awak. Diakses pada 14 Maret 2023, dari https://www.kompasiana.com/motulz/5a85025fdcad5b73952644a3/skyways-inovasi-kurir-paket-tanpa-awak?page=all&page_images=5
ProbolinggoNetwork.com. (2023). Drone Pengangkut Barang: Solusi Ekspedisi di Masa Depan. Diakses pada 15 Maret 2023, dari https://probolinggo.jatimnetwork.com/teknologi/7507960102/drone-pengangkut-barang-solusi-ekspedisi-di-masa-depan?page=2
TerraDrone. (2018). Sejarah Perkembangan Drone. Diakses pada 15 Maret 2023, dari https://terra-drone.co.id/sejarah-perkembangan-drone/#:~:text=Berdasarkan%20informasi%20dari%20Centre%20for,di%20Amerika%2C%20yakni%20Abraham%20Karem.

